Postingan

[ARTIKEL] Medsos Bukan Untuk Tempat Pamer (Dimuat di Koran Analisa, Minggu 30 September 2018)

Gambar
Koran Analisa Edisi Minggu 30 September 2018 Versi Digital Medsos Bukan Untuk Tempat Pamer Oleh : Feby Farayola             Di tengah maraknya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada masa kini, sosial media bukan lagi menjadi sesuatu yang tabu. Bahkan pengguna sosial media tidak lagi mengenal batasan usia. Mulai dari anak-anak hingga orang tua telah sangat akrab dengan hal yang satu ini. Terlebih, dengan adanya smartphone , sosial media menjadi lebih mudah diakses. Sama seperti sosial media, smartphone bukan sesuatu yang mustahil untuk dimiliki. Sebab kini telah banyak merek smarphone yang menawarkan harga murah kepada konsumen. Namun sebenarnya, apakah fungsi sosial media itu?             Dikutip dari Wikipedia, sosial media adalah sebuah media daring, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi mel...

[CERPEN] Jendela (Dimuat di Koran Wasapada, Minggu 23 September 2018)

Gambar
Koran Waspada Versi Cetak Edisi Minggu, 23 September 2018 Jendela Cerpen : Feby Farayola             “Kenapa kakek suka melihat keadaan di luar sana melalui jendela?” tanyaku pada seorang laki-laki tua yang sedang sibuk membersihkan debu yang menempel pada buku-buku di perpustakaan sederhana ini.             “Karena hal tersebut menyenangkan,” jawab laki-laki tua itu sekenanya.             “Bukannya lebih menyenangkan kalau kita melihat keadaan di luar sana melalui pintu? Karena menurutku, pintu nggak memberikan sekat untuk menghalangi apa yang ingin kita lihat, dan juga mengetahui apa yang ingin kita ketahui,” sahutku panjang lebar.             Laki-laki tua itu terkekeh demi memunculkan gurat-gurat keramahan di wajahnya untuk menutupi ke...

[CERPEN] Kaca Yang Berdebu (Dimuat di Koran Waspada, Minggu 19 Agustus 2018)

Gambar
Koran Waspada Edisi Minggu, 19 Agustus 2019 Versi Cetak Kaca Yang Berdebu Cerpen : Feby Farayola             Sudah cukup lama kaca pada jendela-jendela yang ada di rumah itu tidak dibersihkan, sehingga debu yang tebal menyelimuti. Marni bergegas mengambil kain dan cairan pembersih kaca untuk menghilangkan debu tersebut. Aktivitas tersebut selesai ketika senja membungkus langit.             Rumah yang ditempatinya itu adalah peninggalan kedua orang tuanya. Karena dirinya adalah anak tunggal, maka rumah tersebut diwariskan kepadanya. Banyak kenangan yang berceceran di setiap sudut rumah tersebut. Segala hal yang terdapat di rumah itu bagai saksi bisu setiap momen yang terlewat sejak dirinya kecil hingga kini. Tanpa terasa adzan magrib berkumandang. Marni memejamkan mata sembari merapalkan doa-doa perihal keinginan yang belum sempat terpenuhi. Sebab saat adzan ...

[Cerpen] Air Mata Terakhir (Dimuat di Koran Pikiran Rakyat, Minggu 26 Agustus 2018)

Gambar
Sumber Gambar : Kliping Sastra Air Mata Terakhir Oleh : Feby Farayola                         Laki-laki itu pernah berkata padaku bahwa dirinya tidak akan bisa menangis lagi. Sebab pasokan air matanya telah habis. Dalam hidupnya di kemudian hari nanti hanya akan ada bahagia. Ia tampak begitu yakin saat mengatakan hal tersebut.             “Bagaimana caramu menghabiskan air mata itu?” tanyaku padanya suatu ketika.             Laki-laki itu terdiam. Bukannya menjawab pertanyaanku, ia malah mengalihkan pembicaraan. Kalau sudah begini, jangan harap pertanyaanku barusan akan mendapat jawaban. Ini bukan kali pertama aku menanyakan hal tersebut. Tetapi, hingga detik ini hal tersebut masih berupa tanda tanya.        ...