Postingan

[CERPEN] Kamajaya Dan Kamaratih (Dimuat di Koran Jurnal Asia, Sabtu 27 Oktober 2018)

Kamajaya dan Kamaratih Oleh : Feby Farayola                          Hari silih berganti. Namun pikiran pria paruh baya itu masih jalan di tempat pada masa lalu. Ia hidup dalam kehampaan semenjak tamu tidak tahu malu yang bernama kehilangan itu mengunjunginya. Saban hari dihabiskannya dengan membersihkan debu yang menempel pada wayang kulit tokoh Kamajaya dan Kamaratih yang menjadi pajangan di dinding kamarnya. Kedua wayang kulit tersebut sangat bernilai baginya. Sebab kedua benda tersebut menyimpan kenangan yang sangat berharga bersama istrinya yang kini telah dijemput maut ketika melahirkan buah cinta mereka.             Istrinya adalah perempuan berparas ayu dengan sikap rendah hati. Pertemuan mereka terjadi ketika diadakannya sebuah pegelaran wayang kulit. Saat itu, pria paruh baya tersebut berperan...

[ARTIKEL] Medsos Bukan Untuk Tempat Pamer (Dimuat di Koran Analisa, Minggu 30 September 2018)

Gambar
Koran Analisa Edisi Minggu 30 September 2018 Versi Digital Medsos Bukan Untuk Tempat Pamer Oleh : Feby Farayola             Di tengah maraknya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada masa kini, sosial media bukan lagi menjadi sesuatu yang tabu. Bahkan pengguna sosial media tidak lagi mengenal batasan usia. Mulai dari anak-anak hingga orang tua telah sangat akrab dengan hal yang satu ini. Terlebih, dengan adanya smartphone , sosial media menjadi lebih mudah diakses. Sama seperti sosial media, smartphone bukan sesuatu yang mustahil untuk dimiliki. Sebab kini telah banyak merek smarphone yang menawarkan harga murah kepada konsumen. Namun sebenarnya, apakah fungsi sosial media itu?             Dikutip dari Wikipedia, sosial media adalah sebuah media daring, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi mel...

[CERPEN] Jendela (Dimuat di Koran Wasapada, Minggu 23 September 2018)

Gambar
Koran Waspada Versi Cetak Edisi Minggu, 23 September 2018 Jendela Cerpen : Feby Farayola             “Kenapa kakek suka melihat keadaan di luar sana melalui jendela?” tanyaku pada seorang laki-laki tua yang sedang sibuk membersihkan debu yang menempel pada buku-buku di perpustakaan sederhana ini.             “Karena hal tersebut menyenangkan,” jawab laki-laki tua itu sekenanya.             “Bukannya lebih menyenangkan kalau kita melihat keadaan di luar sana melalui pintu? Karena menurutku, pintu nggak memberikan sekat untuk menghalangi apa yang ingin kita lihat, dan juga mengetahui apa yang ingin kita ketahui,” sahutku panjang lebar.             Laki-laki tua itu terkekeh demi memunculkan gurat-gurat keramahan di wajahnya untuk menutupi ke...

[CERPEN] Kaca Yang Berdebu (Dimuat di Koran Waspada, Minggu 19 Agustus 2018)

Gambar
Koran Waspada Edisi Minggu, 19 Agustus 2019 Versi Cetak Kaca Yang Berdebu Cerpen : Feby Farayola             Sudah cukup lama kaca pada jendela-jendela yang ada di rumah itu tidak dibersihkan, sehingga debu yang tebal menyelimuti. Marni bergegas mengambil kain dan cairan pembersih kaca untuk menghilangkan debu tersebut. Aktivitas tersebut selesai ketika senja membungkus langit.             Rumah yang ditempatinya itu adalah peninggalan kedua orang tuanya. Karena dirinya adalah anak tunggal, maka rumah tersebut diwariskan kepadanya. Banyak kenangan yang berceceran di setiap sudut rumah tersebut. Segala hal yang terdapat di rumah itu bagai saksi bisu setiap momen yang terlewat sejak dirinya kecil hingga kini. Tanpa terasa adzan magrib berkumandang. Marni memejamkan mata sembari merapalkan doa-doa perihal keinginan yang belum sempat terpenuhi. Sebab saat adzan ...